Monday, December 25, 2006

'Godfather of Soul' James Brown dies



Hikss.. Turut berduka cita yg sedalam2nya untuk Opa Brown.

Gue termasuk salah satu orang yg beruntung bisa nonton dia live di JavaJazz Festival 2005.
Ga nyangka dgn masih banyak konser mendatang, Opa Brown udah harus dipanggil yg kuasa.

Dunia musik kehilangan salah satu musisi terbaik-nya

Rest In Peace, James Brown.

Ini dia berita-nya :
WASHINGTON (AFP) - US Singer
James Brown, known as the "godfather of soul", has died in the southern city of Atlanta at the age of 73, US media reported.

The reports said Monday he had checked in with pneumonia late Sunday into Emory Crawford Long Hospital, but hospital officials contacted early Monday declined to confirm or deny the accounts.

Brown began his professional music career in 1953 and achieved fame in the late 1950s and early 1960s after captivating the public by his live performances and a number of recorded hit songs.

The 1960s was the period of Brown's greatest popular success.

Two of his tunes, "Papa's Got a Brand New Bag" and "I Got You (I Feel Good)," hit the Top 10 pop lists, remaining the top-selling single in black venues for over a month apiece.

His national profile was further boosted that year by appearances in the films "Ski Party" and the concert film "The T.A.M.I. Show."

Jazz At The North Pole


  1. Let It Snow - Rosemary Clooney
  2. Rudolph The Red-Nosed Reindeer - Rickey Woodard/Cedar Walton
  3. Jingle Bells - Frank Vignola Quintet
  4. I`ll Be Home For Christmas - Gene Harris Quartet
  5. Santa Claus Is Coming To Town - Mary Stallings
  6. Have Yourself A Merry Little Christmas - Poncho Sanchez
  7. Christmas Song, The (Chestnuts Roasting On An Open Fire) - Scott Hamilton
  8. Winter Wonderland - Howard Alden/Ken Peplowski
  9. Who Says There Ain`t No Santa Claus - Michael Feinstein/Alan Broadbent
  10. Sleigh Ride - The Caribbean Jazz Project
  11. My Favorite Things - George Shearing
  12. Christmas Love Song, A - Rob McConnell & The Boss Brass
  13. O Tannenbaum, O Tannenbaum! (O Christmas Tree) - Dave McKenna
  14. What Are You Doing New Year`s Eve? - Carol Sloane
Entah anda merayakan Natal atau tidak, album ini layak dikoleksi.
One of the best album that i've ever heard.

Winter Wonderland

Selamat Hari Natal bagi semua yg merayakan-nya.

Biarpun saya tidak merayakannya, hari Natal mempunyai arti khusus dalam keluarga saya, karena tepat di tanggal 25 Desember, bapak saya berulang tahun, jadi setiap Natal kami selalu merayakannya, maksudnya bukan merayakan hari Natal-nya, tetapi merayakan hari dimana ayah saya dilahirkan.

Dan di keluarga saya, banyak juga yg merayakan Natal, Kakak dari ibu saya dan kakak dari eyang saya kebetulan menganut agama Nasrani sehingga kami sekeluarga ketika hari Natal bertandang ke rumah mereka.

So, all of you, have a wonderful Christmas.

Foto diambil di rumah kakak dari ibu saya yg kebetulan merayakan natal.

Sunday, December 24, 2006

The New Idol

Ada satu acara saya favoritkan setiap hari Senin - Kamis pukul 22.00 WIB di Trans 7. Sebenarnya bukan saya saja yg menggemari acara ini, hampir semua teman laki-laki yg saya kenal pasti menyebut Empat Mata menjadi acara favoritnya saat ini. Mungkin para wanita lebih memilih sinetron Wulan dibandingkan acara ini, karena jarang banget cewe2 yg nonton Empat Mata.

Di setiap episode-nya, Empat Mata selalu menghadirkan bintang tamu yg bisa diajak gila dengan Tukul. Bahkan sempat di beberapa episode Tukul dibuat mangkel oleh ulah bintang tamu-nya yg sengaja mengerjai-nya.

Tidak heran acara ini bisa meraih rating tinggi, selain lawakan-lawakan edan Tukul yg sangat ndeso, topik dan bintang tamu yg dihadirkan juga mampu mendukung acara ini dengan baik, hampir di setiap episode-nya saya dibuat tertawa terbahak-bahak sampai memukul-mukul tembok rumah atau menendang-nendang bantal karena saking geli-nya mendengar lawakan dari Tukul & Friends.

Siapa sangka, host dengan pembawaan seperti Tukul yg ndeso malah menjadikan acara ini terpopuler dibandingkan acara-acara sejenis lainnya ?

Congratz untuk Tukul, semoga acara-nya ini bisa bertahan lama.

Salam Empat Mata !! Fish to Fish, kembali ke LAPTOP !!!!

Friday, December 15, 2006

The Guardian

Ketika hari minggu lalu saya ke rumah salah satu teman kampus untuk mengambil bahan-bahan ujian sekaligus belajar bersama, ada sesuatu di dalam rumahnya yg menggugah insting jurnalistik saya.

Sesuatu itu adalah sebuah bangunan seperti pura kecil yg bawahnya ditutupi oleh semacam sarung. Bangunan seperti itu biasa ditemukan di Bali, tetapi tidak biasa saya temukan di Jakarta. Ketika di tengah pembelajaran, topik saya belokkan sebentar, saya tidak sabar bertanya tentang bangunan itu, karena jujur, selama saya mengunjungi Bali dan melihat bangunan itu, belum satu kalipun saya bertanya fungsi dari bangunan itu.

Kemudian teman saya menjelaskan, bahwa bangunan itu dinamakan Penumbung Karang, fungsinya adalah sebagai penjaga rumah dari gangguan hal-hal buruk atau hal-hal gaib. Jadi kalau ada orang yg mengirimkan santet atau ilmu-ilmu hitam, dengan adanya Penumbung Karang, segala santet ataupun ilmu hitam itu tidak bisa masuk ke dalam rumah. Sama seperti kalau ada pencuri yg ingin melakukan aksi kejahatan, pasti sesuatu yg buruk akan terjadi kepada pencuri itu yg berujung dengan gagalnya aksi pencurian di rumah tersebut. Jadi bangunan itu berfungsi layaknya satpam.

Saya lantas bertanya, apakah Penumbung Karang ini wajib dipasang oleh semua orang Bali di rumahnya ? Ia menjawab, tidak wajib, hanya disarankan bagi setipa orang Bali untuk memasangnya karena akan membawa keamanan bagi penghuni-nya.

Sebelum saya mengambil gambar Penumbung Karang ini, saya terlebih dahulu meminta izin kepadanya, dan ia mengizinkan, yg tidak boleh dilakukan di bangunan ini adalah tidur dan kencing (pipis) disitu. Melihat bangunan ini saya langsung teringat Bali, kapan saya kesana lagi ya ? Rindu sekali saya dengan pulau itu.

One thing for sure, I’ll keep my promise to go there with my future wife, whoever she is.
Seperti jurnal yg pernah saya buat beberapa bulan lalu di Multiply :

Island of Paradise

Indonesian Spiderman part. 2



Lagi-lagi bisa menemukan objek yg membuat saya mengacungi dua jempol untuknya.

The Art of Zen

After winning several archery contests, the young and rather boastful champion challenged a Zen master who was renowned for his skill as an archer.

The young man demonstrated remarkable technical proficiency when he hit a distant bull's eye on his first try, and then split that arrow with his second shot.

"There, "he said to the old man, “see if you can match that!”

Undisturbed, the master did not draw his bow, but rather motioned for the young archer to follow him up the mountain. Curious about the old fellow's intentions, the champion followed him high into the mountain until they reached a deep chasm spanned by a rather flimsy and shaky log. Calmly stepping out onto the middle of the unsteady and certainly perilous bridge, the old master picked a far away tree as a target, drew his bow, and fired a clean, direct hit.

"Now it is your turn," he said as he gracefully stepped back onto the safe ground.

Staring with terror into the seemingly bottomless and beckoning abyss, the young man could not force himself to step out onto the log, no less shoot at a target.

"You have much skill with your bow," the master said, sensing his challenger's predicament, "but you have little skill with the mind that lets loose the shot."

Moral of the story: Jangan pernah sombong, harus selalu diingat diatas langit masih ada langit.

This journal taken from Iman Hidajat’s blog, you inspired me much, sir.

All Eyes on Jiffest



Selain karena disibukkan dengan ujian dan membantu perusahaan bokap, salah satu alasan mengapa saya sudah lama tidak menulis di Blog ini adalah JIFFEST.

The 8th Jakarta International Film Festi val yg diadakan dari tanggal 8-17 Desember ini memaksa saya untuk hadir kedalamnya. Memaksa dalam artian bukan saya terpaksa, melainkan memaksa dalam artian sebagai pemerhati dan penggemar film-film nasional maupun internasional, saya seperti diwajibkan untuk menghadiri festival ini, dan berarti saya juga harus meluangkan waktu untuk menonton film-film di Jiifest ini.

Dan saya dengan senang hati dapat meluangkan waktu itu dikarenakan di penyelenggaraan Jiffest yg ke-8 ini berbeda dengan pe nyelenggaraan Jiffest di tahun-tahun sebelumnya. Berbeda dalam segi promosi lebih gencar, jumlah film yg dihadirkan, judul fim yg dipertontonkan lebih variatif tema-nya, venue yg mudah dijangkau, dan buku panduan yg tersebar dimana-mana.

Oiya yg membuat saya senang dengan penyelenggaraan Jiffest kali ini adalah, 50% dari film yg dipertontonkan tidak dipungut biaya alias GRATIS ! 50% film lagi memang diharuskan membayar tetapi untuk ukuran menonton di studio XXI, harga 25 ribu sudah termasuk sangat murah. Dan film yg dipertontonkan di festival ini adalah film yg pernah meraih penghargaan di festival-festival film internasional lainnya.

Jadi tidak ada alasan untuk melewatkan event berskala internasional yg diadakan setahun sekali ini, bukan ?

So far, di hari ke-8 Jiffest ini, saya sudah menonton 4 film.

- The Black Gold

- S-Express Philippines and S-Express Indonesia.

- Uzak (The Distant)

- Glanstobury

Review akan dibuat belakangan.

Rencananya, hari ini saya akan menonton Mother of Mine dan The Tiger and The Snow di Erasmus Huis, dilanjutkan keesokan hari-nya (Sabtu) menonton 9 Naga dan Russians Dolls. Mudah-mudahan jadi. Di hari terakhir Jiffest (Minggu) sebenernya saya ingin menonton dari siang hingga malam, tetapi saya harus mengurungkan niat itu karena ada urusan keluarga. Semoga saya masih bisa menonton satu film di hari terakhir itu. Karena ada satu film yg saya ingin sekali tonton di hari terakhir itu yaitu Something Like Happiness.

So, untuk yg merasa menumpuk DVD-DVD orisinil maupun bajakan dirumahnya atau yg merasa setiap minggu menyambangi 21 untuk menyaksikan film, masih ada 3 hari penyelenggaraan (termasuk hari ini), segera browsing situs Jiffest untuk mengetahui jadwal-jadwal film yg akan ditonton. Sungguh sayang rasanya untuk melewatkan festival film berskala internasional ini.

Maju terus Per-FILM-an INDONESIA !!!

Friday, December 08, 2006

Yaya part.2

Masih ingat keponakan dengan saya yg bernama Laras ?

Nah, 3 hari yg lalu saya mendapat e-mail dari sepupu saya, ibu-nya Laras, dia menanyakan bagaimana kabar keluarga semua di Jakarta, sekaligus ia memberitahu bahwa keadaan mereka di Milan baik-baik saja.

Dan yg membuat saya senang sekaligus kangen dan pengen adalah ketika sepupu saya itu mengirimkan foto-fotonya, Laras dan suami-nya ketika berada di Italia.

Kangen tentu saja dengan sepupu saya, dan tentunya Laras, apalagi dia sangat menggemaskan di foto-foto itu. Ingin rasanya saya mencubit-cubit pipinya dan bermain-main dengannya lagi.

Pengen ?? Tentu saja setelah dikirimi foto-foto yg bersetting di Italia dan Swiss, saya langsung membatin, kapan saya bisa menyusul mereka kesana ? Ya, doakan saja kami sekeluarga mendapat rezeki dan bisa terbang menengok mereka kesana. Atau doakan saja saya mendapat pekerjaan yg memungkinkan saya keliling dunia. Itu impian saya. Mudah2an bisa terwujud. Amin.

Oiya satu lagi yg saya mau beritahu, keponakan-keponakan saya memanggil saya Omas ! Karena saya masi terlalu muda dipanggil Om, dan juga bukan kakak-kakak dari mereka, jadi panggilan untuk saya disingkat : Omas. Ya, memang bukan panggilan yg bagus juga karena pasti akan mengingatkan kita kepada salah satu pelawak di Indonesia. Hahaha.. Tapi saya sangat senang, karena hanya saya yg dipanggil begitu. Berasa spesial dong. :p

White Shoes and The Couples Company

Okay, I have to admit this!

Band lokal favorit saya adalah mereka. Sejak saya mendengarkan lagu Senandung Maaf di OST Janji Joni, saya sudah meramalkan band ini akan punya prospek cerah di industri musik Indonesia, dan akan mempunyai banyak fans.

Dan benar saja ! Bahkan saya termasuk salah satu orang yg sangat mengidolai mereka. Musik-musik seperti ini sangat jarang dibawakan oleh grup band Indonesia saat ini, mungkin hanya Club 80’s, tapi mereka juga ga jadul2 banget, karena mengusung musik 80an, sedangkan
band ini ? Mereka mengusung musik 60an dan 70an.

Salut sekali! Karena di jaman itu mereka bahkan belum lahir. Mereka bisa menghadirkan musik-musik orangtua kita jaman dulu dengan sentuhan masa kini, dan musiknya seperti terdengar baru padahal produk lama.

Sudah 5 kali saya menonton performance dari band ini secara langsung. Kesemua-nya sangat berkesan, apalagi ketika pertama kali menonton mereka di gedung Radio Republik Indonesia dalam rangka peluncuruan album pertama mereka. It was an awesome gig!

Dan baru pada kesempatan kelima ini saya bisa leluasa ke depan panggung untuk menonton dan mengambil gambar mereka secara close-up tanpa banyak desakan dari orang-orang yg menontonnya. Hasilnya ? Sangat puas ! Puas dengan performance mereka dan puas dengan jepretan-jepretan saya.

See u at their next gigs!


She’s not what you’re thinking

To all my male friends,

Is she sexy enough to give you thoughts for your dirty mind inside your brain?
If yes, your sexual orientation must be different than others.

Because she is he! Haha... Gotcha!

Foto ini diambil Jumat minggu lalu ketika saya menghadiri acara guna menyambut hari AIDS yg diadakan di kampus saya. Diantara banyaknya band yg menjadi perfomer, terselip sekumpulan waria yg menyuguhkan hiburan yg membuat perut semua yg hadir di acara ini terkocok. Termasuk aksi wanita jadi-jadian ini.

Gondal Gandul

Ya, itu adalah nama band yg foto-nya terpampang diatas ini. Band ini turut meramaikan acara menyambut hari AIDS di kampus saya Jumat minggu lalu. Yg sangat menarik dari band ini adalah mereka mengusung slogan : Skill no, Nekad Yes !

Bayangkan saja, pengalaman pertama band ini manggung adalah ketika mereka mengisi sebuah acara kumpul-kumpul The Jakmania !! Jakmania adalah perkumpulan suporter klub Persija Jakarta. Kenapa patut disaluti ? Karena Jakmania terkenal (agak) sangar dan jika tidak senang terhadap sesuatu, mereka dengan gampang bertindak kurang sopan dengan membuat keributan. Maka, dengan pengalaman sudah manggung di depan para Jakmania, band ini seperti layaknya sudah melewati ujian manggung terberat.

Dengan membawa personil yg sangat banyak (kyk bawa orang sekampung), mereka bisa dikatakan sebagai band dengan penampilan terbaik di acara itu. Mereka dengan luwesnya menyanyikan lagu-lagu dari seorang legenda ibukota, Benyamin Syueb. Lagu-lagu seperti Kompor Meleduk, Hujan Gerimis, Malem Minggu, Nangke Lande berhasil dibawakan dengan gaya yg menghibur dan mengocok perut siapa saja yg menontonnya.

Tapi sayangnya, ketika mereka sudah menampilkan performance yg maksimal, penonton yg hadir seperti tidak merespon balik band ini dengan tepuk tangan yg meriah. Sepertinya hanya saya dan segelintir penonton yg bertepuk tangan dan tertawa terbahak-bahak menyaksikan mereka. Mungkin karena kurangnya pengetahuan yg minim tentang lagu-lagu dari Betawi terutama lagu-lagu Bang Bens menjadikan penonton yg hadir waktu itu seperti ingin cepat-cepat band itu turun panggung saja. Saya agak-agak kasian juga melihat band itu, karena kurang berhasil membawa penonton, padahal menurut saya band-band yg seperti inilah yg mampu membuat perubahan diantara band-band yg hadir dengan mengusung tema dan aliran yg sama.

Tetapi bukan salah Gondal-Gandul tidak bisa membawa penonton, hanya saja salah tempat manggung, coba mereka manggung di tempat yg lebih merakyat, mungkin yg nonton bejubelan. Saya sendiri sangat senang menonton penampilan mereka, karena saya sendiri menggagumi lagu-lagu karya Bang Bens, bahkan saya merasa kurang dan ingin melihat mereka manggung lagi di kesempatan yg lain.

Monday, December 04, 2006

Lighthouse Family

Untungnya bad mood saya ini berangsur membaik setelah terhibur oleh duo (Tunde Baiyewu dan Paul Tucker) asal Newcastle, Inggris ini.

Mereka adalah salah satu grup musik favorit saya sepanjang masa. Setiap saya sedang emosi-emosinya dan kesal-kesalnya terhadap sesuatu atau seseorang, otak saya seperti terprogram untuk menyetel lagu-lagu mereka. Maka dengan sendirinya rasa kesal itu akan berkurang dan berangsur hilang.

Atau juga ketika cuaca sedang seperti saat ini, mendung disertai angin dingin, dan diakhiri dengan hujan, mendengarkan lagu-lagu mereka seperti sebuah kewajiban.

Lagu-lagunya membuat pikiran kita melayang ke sebuah tempat yg sangat indah

Tempat yg akan membuat badan dan pikiran kita segar, tempat yg membuat kita selalu tersenyum, tempat yg jauh dari kepadatan, tempat dengan banyak pemandangan alam yg luar biasa, tempat yg cocok dikunjungi jika penat dan stress melanda, tempat yg... silahkan anda definisikan sendiri.

Hanya satu yg saya sayangi, mereka memutuskan untuk bubar, padahal saya yakin mereka masih bisa membuat album-album yg lebih dasyhat lagi. Tapi tak apalah, toh saya mempunyai koleksi album-albumnya lengkap. Saya hanya berharap di suatu saat mendatang mereka akan bergabung kembali.

”I know I’ve been living the simple life
really that’s the main thing…”

(Lighthouse Family - Question of Faith)

Pictures courtesy of Lighthouse Family

Bad Mood

@!*&#$^^*&((_)_UA*Y@#*@^238^&*^27*(!^1798*^*@@

Mungkin character-character diatas bisa mewakili bagaimana perasaan hati saya saat ini.

Kesel ! Gedeg ! Emosi ! Menggerutu !

Masalahnya kali ini bukan dengan sesama manusia, tetapi terhadap benda. Dan benda itu adalah benda yg sangat saya sayangi, benda yg menjadi teman saya selama 4,5 tahun ini, benda yg menemani saya bernyanyi, benda yg menemani saya menonton film, benda yg menemani saya menulis, benda yg menemani saya melihat hasil jepretan foto-foto saya, benda yg sudah menghasilkan tambahan penghasilan dan banyak hal yg sudah saya jalani bersama benda ini.

Tidak sering juga benda ini membuat saya kesal seperti ini, mulai dari masalah hardisk jebol, power supply mati, terkena virus Brontok dan lainnya.

Dan hari ini saya kembali dibuat kesal olehnya. Bayangkan saja, kmarin saya baru saja dipinjami dan diberi 5 CD Jazz terbaru oleh 2 orang teman saya. (Thanks Ti, thanks mas Riz). Karena hari minggu kmarin saya sangat lelah maka saya putuskan untuk mendengarkan sekaligus memindahkan CD itu ke I-Tunes untuk kemudian dimasukkan ke dalam I-Pod saya hari Senin ini. Guess what ? CD-Rom dan CD-Writer saya tidak berfungsi sama sekali, setelah dikutik2 sebentar tetap tidak nyala. Ternyata masalahnya ada di kabel yg menghubungkan motherboard dan hardware. Kabel itu nempel di CD-Rom saya dan ketika ! Aargh !!! Kesel banget !!!

Ironisnya adalah, ketika saat ini saya sedang mengetik di PC ini, kelima CD anyar itu berada persis di samping saya, tidak bisa sama sekali saya memasukkannya ke dalam CD-Rom atau CD-Writer saya. Hiks, terpaksa saya hanya bisa mendengarkannya di CD Player saya saja, tanpa bisa memasukkannya ke I-Pod.

Harus menunggu sampai besok sampai saya ke Mal Ambasador untuk membeli kabel penghubung itu.

Friday, December 01, 2006

Berwisata

Dan kita berjanji untuk berwisata...

Dengan kereta menuju ke Stasiun Kota..

Berjalan melewati gedung-gedung tua...

Berdua.. Oh senangnya..

Kita melanjutkan dengan bus Transjakarta...

Ke pemberhentian di dekat Istana Negara...

Menikmati suasana kota Jakarta..

Berwisata..


All words are taken from t
he song: Berwisata by
The Adams

Click

Adam Sandler done it again !

Setelah sukses dengan 50 First Dates-nya yg menyampaikan tema yg sebenarnya sangat umum tetapi berhasil dikemas dengan cara penyampain yg tidak lazim dan pada akhirnya sangat mengena terhadap siapapun yg menontonnya, kali ini dia berhasil melakukan hal yg sama.

Pelajaran yg bisa dipetik dari film ini sangat banyak dan sangat besar pengaruhnya kepada siapapun yg menontonnya. Adam Sandler lagi-lagi berhasil mengajak penonton untuk mengingat kembali hal-hal kecil yg kadang sering terabaikan oleh manusia. Bukan hanya mengingat tetapi menyadari dan dilanjutkan dengan memperbaikinya. Film ini seperti ditujukan oleh orang-orang diluar sana yg gila terhadap pekerjaannya sehingga melupakan dunia dan keluarganya. Pada akhirnya pelajaran terpenting yg bisa dipetik dari film ini adalah : no matter what, no matter how, no matter where, FAMILY COMES FIRST.

Walau remote seperti itu tidak pernah akan ada dalam kehidupan manusia, inti dan tema cerita yg akan disampaikan adalah hal yg terpenting, dalam hal itu saya berhasil mencapainya bahkan pada beberapa adegan saya hampir saja menitikkan air mata karena berhasil dibuat terharu. Jadi saya tidak segan-segan memberi film ini 4 bintang. Karena sampai kapanpun pelajaran dari film ini akan terus saya ingat. Sesibuk apapun saya, harus diingat bahwa kepentingan keluarga adalah nomor satu, karena jika saya mengabaikannya, waktu tidak bisa diputar kembali untuk memperbaikinya.

TransJakarta

Mayoritas masyarakat ibukota menyebut jasa transportasi ter-gres dari pemerintah ini adalah ”busway”, padahal jika dilihat dari konteks bahasa, arti dari busway adalah jalur khusus bus.

Jika diartikan menurut pemerintah, busway adalah jalur khusus yg dibangun oleh pemerintah untuk menunjang transportasi baru (bus) yg akan beroperasi di jalur itu, yaitu bus TransJakarta.

Tapi masyarakat Jakarta, termasuk saya, jika ditanya apakah transportasi baru yg 1 tahun lalu dibuat pemerintah ? 90% pasti akan menjawab, BUSWAY. Padahal jawaban itu jelas-jelas salah, karena busway adalah jalur bus, nah kekeliruan semacam inilah yg sangat akrab ditemui di Indonesia. Sampai-sampai seorang Jaya Suprana menulis buku yg mengambil berjudul Kelirumologi. Dalam buku itu dibahas kekeliruan-kekeliruan yg terjadi di bangsa ini, kalau saja Jaya Suprana mau menerbitkan ulang buku itu, tampaknya masalah BUSWAY bisa dimasukkan sebagai tambahannya.

Tetapi dengan banyaknya kekeliruan semacam itu, menjadikan ibukota ini mempunyai ciri khas yg tidak dipunyai ibukota-ibukota lainnya. Keliru macam begitu masih wajar, asalkan jangan kebanyakan ”keliru” saja, negara ini bisa-bisa tidak maju-maju.

Thursday, November 30, 2006

Playlist of The Week

Mulai minggu ini, terhitung akhir November, setiap minggu-nya saya akan menuliskan lagu-lagu apa saja yg teratas dan sering saya dengarkan di I-Pod saya. Tentunya dibagi ke dalam 2 bagian, lagu dari dalam negeri sendiri dan lagu dari luar Indonesia. Mungkin nantinya akan ada 3 bagian, tambahan untuk playlist khusus lagu-lagu jazz atau playlist lagu-lagu lainnya, tergantung mood saya mau menambahnya dengan playlist khusus lagu apa, tapi belum minggu ini. Kalau anda bertanya-tanya mengapa harus 11 lagu yg ada di playlist ini ?? Jawabannya sangat simpel, karena 11 adalah angka keberuntungan saya ^_

Titiez’s Indonesian Playlist of The Week :

  1. Shanou - Kisahku
  2. Glenn Fredly feat. Parkdrive - Selalu Tersenyum
  3. Astrid - Jadikan Aku yg Kedua
  4. Glenn Fredly feat. Jamie Aditya - Good Times, Bad Times
  5. Syaharani & Queenfireworks Project - Buat Kamu
  6. Saint Loco feat. Astrid - Kedamaian
  7. The Adams - Berwisata
  8. Rio Febrian - Alasan Untuk Hidup
  9. Ari Lasso - Lirih
  10. Anang & KD - Selalu Jatuh Cinta
  11. Oka feat. Sabria - So Special

Titiez’s non-Indonesian Playlist of The Week :

  1. Meatloaf feat. Marion Raven - It’s All Coming Back To Me Now
  2. My Chemical Romance - Welcome to The Black Parade
  3. Christina Aguilera - Ain’t No Other Man
  4. Bowling for Soup - High School Never Ends
  5. Lily Allen - LDN
  6. Snow Patrol - Chasing Cars
  7. Fergie feat. Will I Am - Fergalicwaious
  8. Beyonce feat. Jay-Z - Dejavu
  9. Blink 182 - Now Now
  10. Cobra Starship - Snakes on a Plane (Bring It)
  11. The Magic Numbers - Love Me Like You

Nb : Playlist akan saya update setiap 2 atau 3 minggu, biar blog ini tidak melulu diisi oleh deretan lagu-lagu saja.

Tuesday, November 28, 2006

JCC



Kalau ada orang yg menanyakan apa objek yg paling saya sukai dalam fotografi, saya dengan lantang menjawab : Awan !

Dan ketika datang momen seperti ini, saya langsung mengeluarkan kamera saya dan dengan segera mengambil beberapa jepretan.

Hasilnya ? Sangat memuaskan.

Macro



Saya lagi seneng2nya belajar motret Macro.

Tau bunga diatas yg saya foto ? Asli-nya itu bunga hanya seukuran jempol tangan saya, bahkan lebih kecil lagi.

















Dan logo Canon ini, adalah logo super kecil yg diambil dari buku tutorial kamera saya.

Amazing !

Indonesian Spiderman



Dari dulu saya selalu membatin kepada diri sendiri, apakah orang-orang ini sebgitu bermental baja sehingga tidak berpikir yg tidak-tidak atau ketakutan ketika sedang melakukan pekerjaannya yg sangat berisiko tinggi ini ??

Kalau saya jadi mereka, mungkin tangan saya sudah basah berkeringat, jantung saya berdegup kencang, dan berpikiran kalau saya loncat saja, bagaimana rasanya yach ?

Saya memang parno dgn ketinggian. Saya tidak bisa menjadi Spiderman atau Superman.. hehehe

Friday, November 24, 2006

Weekend

Ahh. tidak terasa sudah hari Jumat saja, weekend segera hadir !

Dengan batalnya saya bekerja di sebuah event Jazz weekend ini karena ketidakbecusan panitia yg sangat tidak professional mengurus para crew-nya sehingga memaksa saya untuk mengundurkan diri, tampaknya sungguh nikmat rasanya mengusir rasa kesal dan bete itu untuk pergi ke sebuah tempat yg bisa membuat pikiran saya tenang dan kembali fresh ketika hari Senin datang.

Tetapi karena keterbatasan dana memaksa saya hanya bisa berkhayal pergi ke tempat itu. Mungkin berkhayal di minggu pagi hari di depan teras depan rumah sambil mendengar kicau burung disertai tiupan angin semilir akan sangat membantu. Well, boleh dicoba.

Sabtu rencananya saya akan membeli tiket JJF special price di JCC, sekaligus mengintip JakJazz.

Minggu-nya, bermain ke rumah sahabat SMU saya, kemudian dilanjutkan oleh nonton bareng Man.United vs Chelsea di Front Row Resto & Bar.

Have a nice weekend, guys.

photo taken @ Vila TIFA, Puncak - Jawa Barat.

Bli’



I Wayan Balawan.

Salah satu gitaris terbaik yg dimiliki Indonesia. Merupakan salah satu modal Indonesia untuk membawa nama bangsa ini harum di kancah musik internasional.

Ada beberapa fakta yg saya ketahui tentang Balawan yg kebanyakan orang tidak mengetahuinya :

  1. Album Magic Fingers yg meraup sukses besar dan membawa Balawan dikenal namanya oleh banyak orang ternyata tidak sesuai dengan konsep yg diingini olehnya. Dia sebenarnya tidak menyukai album itu karena jauh melenceng dari yg dia inginkan.Rekaman asli yg tadinya diinginkan oleh Balawan dirombak sekitar 70% oleh pihak Sony Music Indonesia dengan alasan tidak komersil.
  2. Balawan mempunyai 2 album yg tidak beredar di Indonesia, tetapi beredar luas di Jerman dan kawasan Eropa lainnya.
  3. Dia bersama keluarganya mempunyai usaha hotel dan cafe di daerah Ubud, Bali. Cafe di hotel itu dinamakan Jazz Cafe, dimana dia rutin manggung disitu setiap Rabu malam.

Sumber dari salah seorang crew yg sudah diajak berkeliling Indonesia oleh Balawan untuk mengadakan konser dan klinik gitar.

Pada penampilannya di ajang The 29th JGTC minggu lalu, Balawan manggung bersama Adi Darmawan pada bass dan Dion Subiakto pada drum. Sungguh beruntung orang-orang belum banyak yg datang sehingga saya bisa mengambil foto Balawan pada jarak yg sangat dekat seperti ini.

KRL Express











Ternyata menaiki KRL Express di Jakarta hampir sama nyamannya ketika menaiki MRT di Singapore. Hanya kurang bersih dan kurang dingin saja, selebihnya sama saja, saya merasa nyaman dan aman ketika berada di dalam kereta.

Kalau jasa kereta api di Indonesia seperti KRL Express semua, saya dengan senang hati akan memilih KRL ketimbang bus atau angkot. Tetapi sayangnya KRL Express ini tidak berhenti di setiap stasiun, dan jam-jamnya pun dibatasi.

Ah, rupanya pekerjaan rumah PJKA masih sangat banyak. Tetapi saya yakin, 5 tahun kedepan jasa transportasi di Jakarta akan jauh lebih baik. Hanya keyakinan saya saja, faktanya lihat saja sendiri nanti.

Parkdrive

Ada yg berbeda pada penampilan Parkdrive di pergelaran The 29th Jazz Goes to Campus hari minggu lalu.

Jika biasanya Parkdrive hanya mengandalkan Renita pada vocal (yg notabene juga menggantikan Mikuni, vokalis pertama Parkdrive), kali ini mereka menghadirkan vokalis baru yg bernama Olive untuk menemani Renita di vokal.

Dengan kehadiran Olive, yg mempunyai powerful voice ditambah kemampuannya membawa penonton dengan baik tentu saja semakin menambah kualitas grup yg didirikan oleh Mikuni, Juno & Rayendra ini.

Mudah-mudahan album kedua band ini akan lebih dasyhat dengan kehadiran Olive sebagai vokalis utama-nya.

Good luck, guys !

”Kasih jangan kau pergi dari diriku
Apa salahku ? Ku tak ingin tanpamu.
Tlah kuberi diriku, hatiku dan cintaku
Kasih jangan kau tinggalkan ku disini.”

Parkdrive feat. Adrian Martadinata - Kucoba

Tuesday, November 21, 2006

Doctor/Singer

Penampilan Tompi pada pergelaran The 29th Jazz Goes to Campus hari minggu lalu boleh dibilang salah satu yg terbaik dari keseluruhan musisi yg manggung di festival yg cukup bergengsi di Indonesia ini.

Dengan membawakan total sekitar 7 buah lagu, Tompi mampu mendinginkan udara di sekitaran venue Jazzy Stage yg pada siang hari itu memang sangat tidak bersahabat bagi siapapun. Olah vokal yg hampir sempurna ditambah kemampuannya membawa penonton membuat saya semakin percaya kalau Tompi nantinya akan menjadi salah satu legenda jazz Indonesia.

Dan dia sempat menyanyikan lagu SMS yg terkenal itu dengan irama jazz. Well done !

Keep up the good work, Doc ! Ditunggu album-album berikutnya.


Tiada salah yg telah kau perbuat, hanya keraguanku
Apakah kau cinta yg aku tunggu ? Apakah kau rindu dalam mimpiku ?
Maafkan aku.

Apabila mungkin saat semua berubah, ku harap rasa sayang itu tetap ada
Dan jangan berakhir, cintamu padaku sungguh ku tak mau, kau jauh dariku
Maafkan segala raguku padamu, kini kusadari cinta yg kucari..

* Tompi - Cinta yg Kucari *

Monday, November 20, 2006

Sesalku

Penampilan Rieka Roeslan di 29th Jazz Goes to Campus hari minggu kmarin agak sedikit mengecewakan, mungkin bagi saya, tidak bagi orang lain. Mengecewakan karena Rieka hanya menyanyikan 1 lagu dari album kedua. Padahal menurut saya album kedua dari Rieka, adalah album terbaiknya. Saya yg tadinya sangat excited karena akan melihat penampilan yg sama ketika melihat Rieka manggung di JavaJazz Festival, ternyata dibuat gondok karena penampilannya berbeda ditambah lagu-lagu yg ia bawakan kurang saya sukai.

Ada satu lagi favorit saya yg sebenarnya ingin sekali saya dengar pada malam itu. Sebuah lagu yg mengisahkan penyesalan dari seseorang karena terlambat menyadari kalau sebenarnya seseorang yg ia cari selama ini berada di dekatnya. Kesadaran itu baru timbul ketika seseorang yg ia cari itu harus pergi jauh lagi dari hidupnya. Dan berharap akan datang lagi kesempatan untuk mengatakan perasaannya selama ini. Tapi sayangnya dia tidak membawakan lagu itu.

Walau sudah lambat kusadari
Dirimu memang yg terbaik
Dirimu memang paling mengerti
Apa yg membuat ku menangis

Walau sudah jauh kau pergi
Entah kapan kau akan kembali
Sesak di dadaku menangisi
Namun entah kapan kau akan kembali

Mungkin bila Tuhan mempersatukan
Kita akan bersama..
Ku pinta padamu oh Tuhan..
Sempatkanlah aku menyatakan rasa ini...

Oh.. bulan bawakan cintaku kepadanya
Bisikkan aku akan setia menantinya
Oh.. bulan walau tak sempat aku nyatakan
Hangatkan cinta di hatinya dan untukku

Hanyalah untukku..

* Rieka Roeslan - Sesalku *

Saturday, November 18, 2006

Cartoon of The Year



Dari banyaknya kartun yg saya lihat pada tahun ini, mungkin hanya inilah yg membuat saya terkesan.
Salut untuk yg membuatnya.

Tribute to Steve Irwin.

Saya merindukan suasana seperti ini.

Sungguh !

Jalanan yg sepi, tidak ada kemacetan dan polusi udara/suara, cuaca yg bersahabat, dan orang-orang yg berpikiran positif.

Tampaknya suasana seperti itu hanya bisa saya dapatkan di luar Indonesia. Hmmm...

Jakarta minggu-minggu ini lagi kurang bersahabat, selain kemacetan yg semakin parah, cuaca ibukota juga seperti matahari hanya berjarak beberapa meter saja dari kepala kita.

Wahai hujan, kapan main-main ke Jakarta lagi ? Kita semua sudah kangen sama kamu.

photo taken @ Marina Square, Singapore.

Mengenang Tragedi Semanggi



Tahun 1998 & 1999 adalah tahun-tahun kelam bagi keluarga besar mahasiswa Indonesia.

Di tahun-tahun itu para mahasiswa dari hampir seluruh universitas di Indonesia menuangkan seluruh aspirasi-nya untuk meneggakan keadilan dan kebenaran di bumi pertiwi Indonesia ini. Mencoba meruntuhkan tirani yg sudah mengakar selama bertahun-tahun. Demonstrasi besar-besaran yg pada akhirnya mengarah pada tindak brutal aparat keamanan. Perang saudara-pun tak kuasa dihindari. Perseteruan antara aparat yg menggunakan senapan dan mahasiswa yg hanya menggunakan batu sebagai senjatanya mewarnai hari-hari kelabu bagi bangsa Indonesia. Tirani itu akhirnya berhasil diruntuhkan. Perjuangan yg tidak sia-sia tetapi memakan banyak nyawa. Nyawa mahasiswa dan nyawa orang-orang tidak berdosa hilang begitu saja oleh timah panas aparat.


Sampai detik ini, 8 tahun setelah kejadian berdarah itu, kasus ini tidak pernah diusut sampai tuntas. Tragedi Trisakti, Tragedi Semanggi I & II seakan menjadi kasus sepele yg pemerintah malas urus. Miris dan Ironis, mengingat dengan perjuangan mahasiswa itulah tirani yg berkuasa selama 32 tahun lamanya bisa bertekuk lutut (walau dengan terpaksa).

Pahlawan yg harusnya diberi tanda jasa itu seakan menjadi musuh bagi pemerintah.

Petisi-petisi berisi aspirasi dari kami ini, seakan tidak ada artinya kalau pada akhirnya pemerintah masih menutup mata. Tetapi tidak ada kata menyerah bagi kami, para mahasiswa untuk terus memperjuangkan keadilan di negeri ini.

”Beri kami satu ruang
Untuk katakan yang benar
Kuburkan yang salah
Biarkan kami tumpahkan
Aspirasi putih kami..”

- Dewa 19 - Aspirasi Putih -


Tribute to all victims in Trisakti, Semanggi I & II Tragedy.

photos are taken @ Atmajaya University, Jakarta.

Rindu Masa-Masa Sekolah

Masa sekolah memang masa paling terindah dalam kehidupan seseorang. Tidak ada seorangpun yg akan meragukan hal itu, atau ada ? Berarti masa kecil dan masa ABG-nya kurang bahagia tuh. Baik itu SD, SMP maupun SMU, semua seakan punya kenangan masing-masing dan akan membuat kita merasa kangen banget sama dunia sekolah, apalagi masa SMU ya. Dunia dimana kita bebas melakukan apa saja tanpa ada tanggung jawab yg besar. Satu-satunya tanggung jawab adalah belajar dan naik kelas. That’s all. Selebihnya depends on you.

Mau dibawa rusak, ya rusak, mau dibawa gokil, ya gokil, mau dibawa cupu, ya cupu, mau dibawa serius, ah ga asik kali kalo sekolah serius-serius banget, pasti bakal ngerasain ruginya di masa skrg ini, sukses dunia memang diraih, tapi kesuksesan batin tidak bakal diraih kecuali kalo emang orangnya tipe pendiem, kutu buku, baju dikancing sampe atas, celana ngatung, rambut belah pinggir, kacamata tebal dan ga butuh teman. Itu sih lain. Dia mana peduli sama kesenangan di sekolah.

Bagi saya, masa sekolah adalah masa pembelajaran semua hal. Belajar menulis, menghapal, menghitung, menggambar, dll. Belajar dapet prestasi bagus, baik dengan usah sendiri maupun nyontek. Belajar bandel, mulai pulang malem, mulai nyoba ngerokok dan minum alkohol, mulai buat onar di kelas, mulai ngisengin temen, mulai punya celaan tajem yg bikin orang panas. Belajar cinta, first crush, first love, first kiss, first cheat. Belajar bergaul. Belajar mandiri, pulang naik angkot sendiri, berangkat naik bajaj sendiri. Belajar disiplin, ga boleh telat, harus ngerjain PR, belajar kalo mau ada ulangan/ujian. Dan masih banyak pembelajaran yg saya dapat di masa sekolah dulu.

Tapi momen paling seru yg kami bahas kmarin malam adalah topik tentang bagaimana perbedaan anak sekolah jaman dulu dan jaman skrg. Bagaimana sekarang anak sekolah tidak terlalu khawatir jika pulang atau berangkat sekolah dengan memakai seragam putih-biru atau putih-abu abu. Perlu diketahui ketika jaman saya sekolah dulu, saya selalu was-was jika pulang sekolah naik kendaraan umum seperti bus atau angkot. Salah-salah ketemu anak STM atau anak sekolah yg brutal, dan ujung-ujungnya uang dan barang kita dipreteli sampai habis alias kena palak. Mau ngelawan ngeri ntar dia bawa senjata, yg ada bisa cuma pasrah. Anak sekolah skrg enak, sekolah udah bawa mobil sendiri, bawa motor sendiri, terus angkot dan bus juga aman dari para pemalak, anak STM sendiri skrg juga udah jinak, ga suka malak-malak lagi. Ya kalaupun masi ada, paling cuma satu-dua orang doank yg suka malak anak sekolah. Jika bandingin sama dulu, ada puluhan preman yg suka malak anak sekolah. Jaman saya dulu anak sekolah bagaikan santapan lezat bagi para pemalak.

Ada satu momen yg paling saya ingat tentang kejadian palak-memalak yg pernah saya alami. Sampai sekarang ga bakal lupa deh. Jadi ceritanya itu hari Sabtu siang, setelah pulang sekolah (kelas 2 SMU), saya dan teman saya sekitar 6 orang bergegas ke daerah Kelapa Gading. Dan waktu itu permainan Counter Strike (CS) lagi booming-boomingnya. Singkat cerita kami berenam bermain CS di Kelapa Gading sampai sekitar jam 5 sore, setelah itu kami pulang masing-masing. Kebetulan saya dan 2 orang teman saya ada janji dengan 2 teman wanita untuk nonton bioskop di Metropole (Megaria). Jadinya kami bertiga nebeng taxi salah satu teman saya yg rumahnya di Menteng untuk turun di bioskop itu. Nah ketika turun dari taxi peristiwa itu terjadi.

Kami turun dari taxi di lampu merah sebelah bioskop, jadi kami hanya tinggal jalan sedikit saja menuju bioskop, tetapi dari arah seberang jalan yg satunya, sebuah metromini berhenti dan menurunkan sekitar 10 orang anak muda. Kami bertiga tidak curiga sama sekali dengan kesepuluh orang itu, sampai ketika beberapa orang dari gerombolan itu menunjuk ke arah kami dan mulai menyebrang menuju arah kami. Oo..Oo.. ada apa ini ? Di saat itu, kami bertiga masih sempat punya waktu beberapa detik lihat-lihatan satu sama lain karena bingung apa yg terjadi, lalu seakan semua refleks untuk berkata : Lariii !!!!!

Dan benar, ternyata 10 anak muda itu seketika lari juga menuju arah kita. Di saat itulah terjadi kejar-kejaran ala film action antara kami bertiga lawan 10 orang, kalau ada yg pernah melihat film action tentang orang saling mengejar dan ekspresi yg dikejar sangat ketakutan maka itu benar adanya. Waktu itu yg ada dipikiran saya adalah bagaimana lari sekencang-kencangnya tanpa memperdulikan lagi bagaimana nasib kedua teman saya yg lainnya. Mereka saya lihat juga lari sekencang-kencangnya. Ternyata Tuhan masih baik kepada kami bertiga. Kami lari masuk menuju pintu bioskop, dan karena saya hapal dengan letak bioskopnya, saya langsung menuju restroom-nya. Dan disitu kami bertiga gemetaran tak ada habisnya. Sumpah, ini beneran, ga saya lebih-lebihkan. Disitu kami bersembunyi dulu sekitar 10 menit, lalu saya memberanikan diri membuka pintu toilet untuk memastikan apakah keadaan sudah aman atau belum, setelah pasti gerombolan itu sudah tak ada, kami baru berani keluar dari toilet lalu banyak-banyak mengucap syukur kepada Allah SWT. Saya bahkan gak berani membayangkan apa yg terjadi seandainya 10 orang berandalan itu berhasil menangkap kami bertiga.

Sungguh suatu pengalaman paling menegangkan selama hidup yg sampai detik inipun masih jelas terekam di otak saya. Sangat jelas tanpa lupa satu detilnya sedikitpun. Setelah kejadian itu, saya jadi tahu bahwa rasanya dikejar-kejar orang yg akan berbuat jahat kepada kita itu sangat menegangkan dan membuat jantung hampir copot. Film actionpun lewat sama adegan kita bertiga tadi.

Itulah salah satu pengalaman paling menakutkan dari masa sekolah yg kmarin malam saya ceritakan kepada teman-teman rumah saya, dan itu sangat menginsiprasi saya untuk membuat jurnal ini. Mungkin ada yg punya pengalaman serupa ??

photo taken in some SMK @ Pondok Pinang, Jakarta.

Thursday, November 09, 2006

Soon @ Jakarta

Kmarin saya mendapat kabar bahagia dari seorang teman.

Ia mengatakan bahwa Burger King akan membuka cabang lagi di Jakarta. Segera !

Belum dipastikan dimana tempatnya, namun it’s official.

Yipeee !!! Hip Hip Hoorayyy !! Like a dream finally come true.

Mungkin saya akan menjadi pembeli pertama di Burger King Indonesia, jika waktu dan tempat memungkinkan. Tapi biarpun tidak menjadi pembeli pertama, saya akan berjanji untuk selalu mengunjungi Burger King paling sedikit 1 bulan tiga kali.

Sorry, for now until forever, no McD anymore. I’ll keep my promise. Unless one of my friend or members of family held a birthday party @ McD and it’s free. :D

photo taken @ BK Burlington Square, Singapore.

Kurindukan

Kmarin, setelah saya menunaikan ibadah sholat Maghrib di salah satu musholla di daerah Tebet, saya tidak langsung bergegas untuk meninggalkan musholla itu karena melihat suatu momen yg membuat saya terenyuh.

Momen yg saya lihat adalah ketika ada satu orang anak lelaki sedang diajarkan mengaji oleh seorang ustad di musholla itu. Ketika melihat dan mendengarkan lantunan ayat-ayat suci, tiba-tiba otak saya secara otomatis memutar memori beberapa tahun yg lalu, di dalam memori itu saya melihat : saya menjadi anak itu dan sedang dituntun untuk belajar mengaji oleh ustad saya yg kini sudah almarhum.

Sekembalinya dari memori masa lalu itu, saya hampir saja menitikkan air mata karena teringat pesan ustad saya yg sudah almarhum itu, dia berpesan untuk selalu usahakan untuk menyempatkan diri membaca Al-Quran di setiap ada kesempatan karena kitab suci Al-Quran adalah pedoman dan pegangan hidup kita di dunia ini sebagai umat Muslim.

Saya langsung terdiam sambil menahan haru karena teringat pada bulan Ramadhan lalu, bulan yg sangat diberkahi Allah SWT, tidak selembar Al-Quran-pun saya buka, walaupun Alhamdulillah, puasa dan sholat lima waktu saya tidak ada yg bolong selama bulan itu. Tapi semua itu seperti tidak ada artinya karena saya melupakan salah satu kewajiban saya sebagai umat Muslim.

Sungguh suatu momen yg sedikit banyak membuat saya sadar untuk semakin memperbaiki diri dan kembali membuka pedoman hidup saya itu setiap ada kesempatan.


photo taken @ Musholla Al-Imron, Tebet - Jaksel.

Yaya

Saya punya seorang keponakan. Namanya Laras. Usia-nya 3 tahun.

Ia adalah anak dari sepupu saya, mbak Lisa.

Dulu, setiap ada kesempatan bersamanya, saya selalu bermain dan bercanda dengannya.

Bermain apa saja hingga nanti ia menangis karena tidak mendapatkan apa ia mau, tetapi tangisannya juga sekedar pura-pura saja karena setelah ia mendapatkan yg ia mau, dengan segera ia akan tertawa lagi sehingga saya sering memanggilnya : Air Mata Buaya.

Sekarang,

Saya kangen bermain dan bercanda dengannya.
Saya kangen dengan air mata buaya-nya.
Saya kangen ia menjambak rambut saya.

Saya baru bisa bercanda dengannya lagi paling tidak 2 tahun lagi.
Kecuali saya mendapatkan rejeki dan bisa menyusulnya ke Milan, Italia.
Untuk saat ini, obat kangen saya adalah melihat foto-fotonya saja.

Laras, I hope you’re fine in Milan with your mom and dad.

Best wishes from your Uncle.

Wednesday, November 08, 2006

20 Years Not Out!

Hanya ingin mengucapkan happy belated anniversary untuk Sir Alex Ferguson yg pada Senin kmarin (6 November 2006) memasuki tahun ke-20-nya di klub yg saya kagumi dan idolai dari tahun 1996, Manchester United.

20 years with 24 trophies from all competitions.

I think there are no other managers in this world who can match that achievement.

I hope, all Manchester United players remember those 20 years that he gives to the club and sent him an EPL Trophy and a Champions League Trophy this season for the present.

With 3-0 won against Pompey last Saturday and two United rivals, Chelsea & Arsenal defeated in the hands of Hotspur and The Hammers in Sunday, the sign of Manchester United glory this season start to appear.

Like any other Manchester United die hard fans out there, I want to say:

SUPER ALEX 20 GLORIOUS YEARS!! Thank You!!

-image courtesy of One United-

Esplanade


Satu hal lain lagi yg tidak bisa saya lupakan dari Singapura adalah kemegahan Esplanade.

Suatu bangunan yg menurut saya adalah rancangan bangunan paling modern di Asia Tenggara. Dibuat hampir mirip dengan Sydney Opera House, konsep Esplanade juga hampir sama dengan SOH, yaitu gedung untuk pertunjukkan seni dan musik. Mengambil tempat di seberang patung Merlion, Esplanade adalah salah satu kunjungan wisata bagi turis asing maupun lokal.

Dengan mengusung slogan : Theatres on The Bay, saya kira warga Singapura patut bangga mempunyai bangunan seperti Esplanade. Jadi berpikir, kapan Indonesia membuat bangunan serupa ? 5 tahun lagi ? 10 atau 15 ? We will see.

Nb : Beberapa teman saya yg melihat foto diatas, mengatakan bahwa Esplanade ini sangat mirip dengan stadion Allianz Arena di kota Muenchen, Jerman. Hmm, memang agak mirip dari sudut seperti ini, semoga saja saya mempunyai kesempatan ke Muenchen juga sehingga bisa mengambil foto stadion itu dari angle yg sama dan membandingkan apakah keduanya benar-benar mirip atau tidak.